detik-pena.my.id || MOJOKERTO ,- Di era digital ini, modus penipuan semakin beragam dan sering kali menyasar mereka yang mencari peluang kerja di luar negeri. Salah satu modus yang sedang marak di media sosial adalah tawaran kerja ke Jepang.
Para pelaku penipuan ini menjanjikan proses yang cepat dan mudah tanpa harus melalui prosedur resmi yang biasanya memerlukan ujian atau sertifikasi tertentu. Biaya yang diminta pun tidak main-main, mencapai angka puluhan juta rupiah.
Salah satu korban penipuan ini adalah Henry Luther dan Istri nya Yohana Cindy yang beralamat Mojowarno Jombang.
Awalnya, Henry bersama istri bertemu dengan seseorang yang bernama Sugeng Riyanto di terminal Purabaya Sidoarjo dan menawarkan bisa mengurus untuk menjadi TKI di Jepang.
Namun, seiring berjalannya waktu, Henry dan istri nya Yohana Cindy mulai merasakan kejanggalan setelah melakukan transfer uang sebesar 10.200.000 rupiah ke Dana Sugeng Riyanto.
Dan akhir nya Henry Luther dan Yohana Cindy memberikan kuasa kepada pimpinan redaksi detik-pena.my.id untuk mengurus penipuan ini.
Yang di beri kuasa sudah mencoba pendekatan persuasif ke rumah Sugeng Riyanto yang beralamat Griya Jetis Permai Blok IV No 42 Rt 13 Rw 09 Mojokerto, namun yang bisa di temui hanyalah istri dari Sugeng Riyanto yang bernama Ayu dan mengakui bahwa sudah pisah lama dengan suami nya dan dalam pengurusan surat cerai.
Kami menanyakan, sampai di mana pengurusan surat cerai nya, namun Ayu tidak bisa menjelaskannya.
Kami sebagai penerima kuasa sudah mencoba kekeluargaan dengan memakai jalur mediasi ke perangkat desa, RT, RW, kemanana kampung, dan lurah, namun tidak menemukan itikat baik untuk mengembalikan uang tersebut.
Langkah selanjut nya yang akan kami ambil yaitu segera melaporkan Sugeng Riyanto ke Polresta Mojokerto, dengan pasal 378 KUHP yaitu Penipuan, dan segera istri dari Sugeng Riyanto harus di panggil sebagai saksi.
Kami berharap kerjasama dari pihak kepolisian untuk harus menuntaskan masalah ini, agar tidak menambah korban dari modus penipuan Sugeng Riyanto.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja yang mengklaim dapat memberangkatkan seseorang ke Jepang. Pastikan untuk selalu mengikuti prosedur resmi dan memilih lembaga yang terpercaya untuk menghindari kerugian besar.
(Tim/Red)

