detik-pena.my.id || JOMBANG,– Ribuan warga memadati halaman Gereja Kristen Jawa Wetan (GKJW) Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, pada Minggu malam ini (10/5/2026). Mereka berkumpul untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit istimewa yang digelar panitia setempat, menghadirkan dalang andalan Ki Anom Dwijokongko, S.Sn. dengan membawakan lakon legendaris berjudul Banjaran Kokrosono, serta dimeriahkan kehadiran bintang tamu populer Cak Percil CS.
Acara yang mulai digelar sekitar pukul 21.00 WIB ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat jauh-jauh hari. Penonton datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, duduk beralaskan tikar maupun kursi yang disediakan panitia. Di hadiri juga Kapolsek Mojowarno dan Danramil Mojowarno. Suara gamelan dan gendang yang bergema meriah sejak awal pertunjukan langsung menyapa telinga penonton, menciptakan suasana kental nuansa budaya Jawa yang penuh kehangatan.
Ki Anom Dwijokongko, dalang yang dikenal dengan gaya pementasannya yang luwes, dinamis, dan mendalam, berhasil membawa penonton hanyut dalam alur cerita Banjaran Kokrosono. Lewat kepiawaiannya mengolah suara, memainkan kelir, dan menyusun narasi, ia mengangkat kisah yang sarat makna tentang perjalanan hidup, kebijaksanaan, persahabatan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Setiap babak cerita disampaikan dengan apik, lengkap dengan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, membuat penonton sesekali hening merenung, atau tersenyum memahami makna yang disampaikan.
Kemeriahan semakin memuncak saat bintang tamu utama, Cak Percil CS, tampil menghiasi panggung. Seniman jenaka yang sangat dicintai masyarakat ini langsung mencuri perhatian dengan gaya bicaranya yang khas, lawakan segar namun tetap beretika, serta sindiran halus yang berisi nasihat kehidupan. Setiap aksinya selalu disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari ribuan penonton, menjadikan malam itu semakin hidup, akrab, dan berkesan.
Panitia pelaksana menjelaskan, pagelaran ini diselenggarakan bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan wujud nyata pelestarian warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dikenal generasi muda. Selain itu, pemilihan lokasi di lingkungan gereja juga bermakna mendalam, yakni sebagai simbol bahwa seni budaya adalah milik bersama yang mampu mempersatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan.
“Kami sangat bersyukur antusiasme warga begitu luar biasa besar. Ini bukti nyata bahwa seni wayang kulit masih sangat dicintai dan relevan hingga sekarang. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara rutin, agar budaya bangsa tetap terjaga dan menjadi perekat persaudaraan kita semua,” ujar salah satu panitia.
Pagelaran baru saja berakhir dini hari tadi dengan suasana penuh kepuasan. Warga yang pulang terlihat membawa kesan mendalam, dan banyak yang berharap kehadiran dalang serta seniman hebat kembali dihadirkan di Mojowarno di kesempatan mendatang.
~ Jorkfan's ~

