KIAN MENDALAM KENANGAN, KIAN KUAT TEKAD MENERUSKAN: SELURUH JAJARAN PENDIDIK YAYASAN MIFTAHUN NAJAH HADIRI PERINGATAN 40 HARI KIAI SUMARLI SYAFI’I


Detik-pena.my.id
|| JOMBANG, -27 September 2026 — Kediaman almarhum di Dusun Kedunglo, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, berubah menjadi tempat berkumpulnya kasih sayang, penghormatan, dan keteguhan pada Minggu, 27 September 2026. Di sana digelar peringatan 40 hari wafatnya tokoh pendidik, ulama, sekaligus menjadi kepala sekolah MA Miftahun Najah  Kiai. Sumarli Syafi’i.

Bukan sekadar acara tradisi, pertemuan ini menjadi bukti hidup bahwa pengaruh kebaikan yang ditanamkan almarhum tak pernah pudar. Seluruh jajaran pendidik dari setiap jenjang di bawah naungan yayasan hadir secara utuh: para ustadz, ustadzah, dan guru dari PAUD, RA, MI, MTs, hingga MA Miftahun Najah berkumpul di rumah duka, membuktikan betapa mendalam rasa hormat dan pengabdian yang beliau bangun selama masa hidupnya.

Almarhum kini berpulang, meninggalkan duka yang tulus dari istri tercinta, Ibu Sri Rahayu, serta ketiga putri yang menjadi kebanggaan keluarga. Namun duka tersebut disertai pula tekad bulat untuk menjaga warisan yang telah diamanahkan.

ACARA BERJALAN KHIDMAT, PENUH MAKNA

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan menyentuh hati, dipandu oleh tokoh-tokoh yang turut serta mengembangkan lembaga tersebut:

- 🎤 Pembawa Acara: Bapak Nur Muklis, S.Pd. — membuka kegiatan dengan lantunan ayat suci dan pengantar yang menggambarkan sosok almarhum sebagai pendidik yang tulus, rendah hati, dan tak kenal lelah.

- 🕌 Pimpinan Tahlil: Bapak An Arif, M.Pd.I. — mengajak seluruh hadirin menyelaraskan niat dan doa, meneladani kesederhanaan serta keteguhan prinsip almarhum dalam membina generasi.

- 🤲 Pembaca Doa: Habib Ghofir, S.IP. — mengantarkan permohonan ampunan dan rahmat bagi almarhum, sekaligus memohonkan kekuatan serta kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan.

- 💬 Sambutan Keluarga: Bapak Nashikhuddin, S.Pd. — mewakili keluarga menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran dan doa dari seluruh jajaran guru serta masyarakat.

"Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian bukan sekadar memenuhi undangan. Ini adalah bukti bahwa jejak kebaikan almarhum tetap hidup di hati kita semua. Tugas kami bukan sekadar mengenang, melainkan memastikan apa yang beliau bangun tetap tegak, murni, dan bermanfaat bagi anak-anak kita," ucap Nashikhuddin dengan nada tenang namun tegas.

WARISAN YANG TETAP BERJALAN

Kehadiran penuh dari seluruh tenaga pendidik Yayasan Miftahun Najah bukan hal yang biasa. Ini adalah pengakuan nyata atas kepemimpinan almarhum yang senantiasa mengutamakan kebersamaan, ketulusan, dan keseimbangan antara ilmu agama serta ilmu umum. Bagi mereka yang hadir, peringatan ini bukan akhir — melainkan awal dari penguatan komitmen: menjaga amanah pendidikan yang berlandaskan iman, takwa, dan akhlak mulia sebagaimana yang selalu didengungkan oleh almarhum.

Kini, di rumah sederhana di Dusun Kedunglo, Desa Karanglo itu, doa terangkai bukan hanya untuk mengenang kepergian, melainkan untuk memperkuat langkah ke depan. Semangat Kiai Sumarli Syafi’i telah dititipkan kepada mereka yang beliau bina — dan mereka berjanji, semangat itu tidak akan padam.

Acara berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai.

Pewarta : An. Arif

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama