detik-pena.my.id || MOJOWARNO, – Saluran irigasi yang mengairi sawah di wilayah Mojowarno, Jombang tersendat akibat buntu pada gorong-gorong yang melintas di area pabrik sepatu di Kecamatan Mojowarno. Akibatnya, puluhan hektare lahan sawah milik petani terancam kekeringan di tengah musim tanam.
Keluhan itu disampaikan kelompok tani Desa Mojowarno, Jumat (24/4/2026). Menurut Ketua Poktan, aliran air dari saluran sekunder tidak sampai ke sawah sejak sepekan terakhir katanya.
Lokasi gorong-gorong yang dimaksud berada di desa Mojowarno masuk wilayah Kecamatan Mojowarno. Gorong-gorong itu menjadi jalur utama pengairan dari saluran induk ke petak sawah.
Petani menyebut, luas sawah terdampak mencapai hektare dengan komoditas utama padi usia hari. Jika tidak segera ditangani, petani khawatir gagal panen. “Ini musim tanam kedua. Kalau telat 1 minggu lagi, padi bisa puso. Rugi jutaan,” ujar salah seorang petani.
Warga sudah berupaya membersihkan secara swadaya, namun terkendala karena titik buntu berada di dalam area pabrik. “Kami tidak bisa masuk sembarangan. Sudah lapor ke perangkat desa dan minta pabrik buka akses, tapi belum ada tindak lanjut,” tambah Ketua Poktan.
Kepala Desa Mojowarno yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan petani. “Sudah kami teruskan ke UPT Pengairan Mojowarno dan pihak pabrik. Hari Senin kami jadwalkan cek lokasi bareng,” ujarnya.
Pihak manajemen pabrik sepatu belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini ditulis. Petugas keamanan pabrik menyebut manajemen sedang tidak di tempat.
Petani berharap Dinas Pengairan Kabupaten Jombang atau UPT Pengairan Mojowarno segera turun tangan melakukan normalisasi gorong-gorong. “Ini urat nadi sawah. Kami minta dinas tegas. Kalau memang kewenangan pabrik, tolong difasilitasi biar cepat dibersihkan,” tegas Ketua Poktan.
Kepala UPT Pengairan Mojowarno saat ini belum bisa di konfirmasi terkait berita ini.
(Tim/Red)
