Alasan Kerjasama BUMDes, Direktur Diduga Pakai Dana Ketahanan Pangan Buat Pasang WiFi di Rumah Warga


detik-pena.my.id
|| MOJOWARNO, – Penggunaan sisa Dana Ketahanan Pangan BUMDes Mojowarno tahun anggaran 2025 menuai sorotan. Direktur BUMDes diduga memakai dana tersebut untuk kepentingan pribadi, yakni pemasangan WiFi di rumah warga dengan dalih kerjasama usaha BUMDes.

Informasi ini diungkap salah satu anggota BUMD, Kamis (23/4/2026). Menurutnya, dalam LPJ BUMDes tidak ada program pengadaan WiFi. 

Sumber lain menyebut, Direktur BUMDes berdalih pemasangan WiFi itu merupakan bentuk kerjasama. Padahal, tidak ada pemasukan ke BUMDes. Dan hingga kini tidak ada MoU, perdes, atau berita acara musyawarah desa yang melandasi program tersebut.

“Kalau kerjasama, harusnya dibahas di Musdes dan ada perdes penyertaan modal. Ini ujug-ujug pasang. Sisa Dana Ketapang itu harusnya untuk perkuat lumbung pangan atau simpan pinjam produktif, bukan WiFi,” kata tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Berdasarkan Permendes PDTT No. 8 Tahun 2022, Dana Ketahanan Pangan yang dikelola BUMDes diprioritaskan untuk pengembangan usaha produktif di sektor pangan. Penggunaan di luar itu harus melalui Musdes dan mendapat persetujuan BPD.

Kepala Desa Mojowarno saat dikonfirmasi mengaku akan memanggil Direktur BUMDes untuk klarifikasi. “Saya baru dengar rekan media yang melakukan investigasi di lapangan. Nanti kami cek LPJ dan minta penjelasan direktur. Kalau tidak sesuai peruntukan, harus dikembalikan,” katanya.

Upaya konfirmasi ke Direktur BUMDes  sudah dilakukan. Saat didatangi ke kantor BUMDes, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Dihubungi via telepon belum merespons hingga berita ini diturunkan.

Kami awak media selaku kontrol sosial mengharapkan, desa segera melakukan Musdes yang dilakukan bersama tokoh masyarakat, untuk menjawab semua pertanyaan warga yang selama ini yang menjadi kesimpangsiuran informasi di lapangan. 

(Tim/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama