detik-pena.my.id || MOJOKERTO, – Integritas aparat penegak hukum kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Kapolsek Trowulan dipertanyakan menyusul maraknya aktivitas judi sabung ayam di Desa Botokpalung, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang disebut-sebut belum dapat dihentikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik perjudian tersebut kembali beroperasi meski sebelumnya sempat berpindah lokasi. Namun, perpindahan itu diduga hanya sebagai upaya menghindari pantauan aparat, karena aktivitasnya kini justru berlangsung hampir setiap hari.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan keresahan mereka terhadap keberadaan arena sabung ayam tersebut. Aktivitas disebut dimulai sejak siang hingga sore hari, dengan keramaian yang cukup mencolok.
“Sangat meresahkan. Hampir tiap hari ada kegiatan. Banyak motor parkir, orang keluar masuk yang tidak dikenal. Kami khawatir berdampak buruk, terutama bagi anak-anak,” ujar salah satu warga, Selasa (14/4/2026).
Warga juga menilai keberadaan judi sabung ayam berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti konsumsi minuman keras, perkelahian, hingga kemungkinan tindak kriminal lainnya.
“Tempatnya memang baru, tapi orang-orangnya masih itu-itu saja. Kami berharap Polsek Trowulan dan Polres Mojokerto segera turun tangan. Jangan sampai desa kami dicap sebagai kampung judi,” tambah warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan aparat dalam melakukan penindakan. Terlebih, praktik perjudian secara tegas dilarang oleh hukum yang berlaku di Indonesia.
Mengacu pada Pasal 303 KUHP, setiap bentuk perjudian dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Trowulan guna memperoleh klarifikasi terkait kebenaran informasi tersebut serta langkah-langkah yang akan diambil dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Publik pun menanti tindakan tegas aparat agar situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Trowulan dapat kembali kondusif.
(Tim/Red)
