detik-pena.my.id || MOJOWARNO,– Sejumlah warga Mojowarno, Jombang mempertanyakan rincian anggaran unit usaha peternakan domba milik BUMDes Enggal Makmur Mojowarno. Program yang bersumber dari dana ketahanan pangan itu menelan total anggaran Rp110.000.000.
Pertanyaan mencuat setelah beredar dokumen “Perubahan Rincian Anggaran Biaya (RAB) Unit Usaha Peternakan Domba Program Ketahanan Pangan BUMDes Enggal Makmur Mojowarno” di masyarakat.
Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, anggaran Rp110 juta tersebut dialokasikan untuk 13 item. Porsi terbesar ada di *Pengadaan Bibit Domba Indukan 30 ekor Rp27.000.000* dengan harga satuan Rp900.000/ekor, *Pembuatan Kandang Domba 1 paket Rp21.960.000*, dan *Pengadaan Pakan Pembuatan Silase 1 paket Rp21.600.000* untuk 12 bulan.
Seorang warga Mojowarno yang enggan disebut namanya mengatakan, warga hanya ingin transparansi atas penggunaan dana tersebut. “Ini uang program ketahanan pangan. Kami cuma tanya, dombanya ada berapa, kandangnya seperti apa, dan siapa yang kerja digaji Rp1 juta per bulan itu. Biar tidak ada dusta di antara kita,” katanya, Sabtu (19/4/2026).
Warga lain menambahkan, unit usaha BUMDes seharusnya jadi contoh pengelolaan dana desa yang akuntabel. “Kalau RAB-nya terbuka sejak awal, warga pasti dukung. Tapi kalau diam-diam, ya jadi pertanyaan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, redaksi masih berupaya mengonfirmasi Direktur BUMDes Enggal Makmur Mojowarno dan Kepala Desa Mojowarno untuk meminta penjelasan terkait RAB tersebut, realisasi fisik di lapangan, serta skema bagi hasil ke PADes.
Sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Permendes PDTT No. 7 Tahun 2023, dokumen perencanaan dan penggunaan dana desa termasuk unit usaha BUMDes merupakan informasi publik yang wajib tersedia setiap saat.
(Tim/Red)
