Seminar Dan Sosialisasi Bahaya Pengguna Napza, Media Online Detik-Pena.my.id Ajak Siswa Jauhi Narkoba Sejak Dini


detik-pena.my.id
|| JOMBANG, – Jajaran redaksi detik-pena.my.id bersama Satnarkoba Polres Jombang dan RS Kristen Mojowarno, menggelar sosialisasi bahaya NAPZA pada Jum'at, 29 Mei 2026. Kegiatan bertempat di rumah sakit itu, menjadi bukti nyata bahwa peran media tak sekedar mengkritik, melainkan berkontribusi langsung bagi kesejahteraan warga.

Beberapa bulan sebelumnya, tim redaksi media detik-pena.my.id pernah terekam membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan saat sore menjelang berbuka puasa. Aksi tersebut menjawab keraguan masyarakat bahwa citra wartawan tak hanya lekat dengan pemberitaan masalah atau hal negatif saja, namun lebih dari itu. 

Seperti merespons kasus penyalahgunaan zat adiktif yang kini terindikasi merambah hingga usia pelajar sekolah dasar (merujuk data resmi BNN tiap tahunnya). Kabupaten Jombang, termasuk Mojowarno, tidak luput dari ancaman itu, sebab peredaran marak sering terjadi di wilayah pedesaan maupun kota kecil di wilayah Indonesia. 

Ketidaktahuan warga serta minimnya akses informasi yang benar, ditengarai menjadi pemicu utama penyebaran masalah tersebut. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dibangun supaya edukasi menyeluruh dapat diterima semua kalangan masyarakat dengan baik.

Agenda ini akan memaparkan materi ancaman hukum pidana bagi siapa saja yang menggunakan, mengedarkan, maupun terlibat jaringan gelap itu. Penjelasan dari jajaran kepolisian akan disampaikan secara lugas agar peserta paham resiko berat yang akan diterima jika melanggar aturan perundang-undangan.

Tidak hanya itu, kalangan dokter dan tenaga kesehatan RS Kristen Mojowarno juga berperan serta menguraikan dampak medis serta psikologis akibat pemakaian zat berbahaya tersebut. Kerusakan organ hingga gangguan jiwa yang sulit pulih dijadikan contoh nyata agar peserta makin waspada demi menjauhi zat berbahaya itu.

Seorang penyintas yang diwakili dari Rumah Rehab Merah Putih Mojokerto, turut dilibatkan dalam kegiatan ini untuk berbagi kisah nyata bangkit dari jeratan NAPZA lewat dukungan komunitas rehabilitasi pemulihan. Pengalaman kelam dan perjuangan sembuh itu, dihadirkan supaya cerita tersebut menjadi pelajaran berharga serta motivasi kuat bagi semua hadirin.

Peserta kegiatan terdiri dari pelajar SMP hingga SMA, mahasiswa, pemuda karang taruna, tokoh agama, hingga warga umum. Kehadiran mereka, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu yang disinyalir makin mengancam masa depan generasi muda sekarang. 

Materi juga membahas cara mengenali jenis zat adiktif beserta cara kerjanya dalam tubuh manusia. Peserta bakal dibekali pengetahuan praktis, supaya mampu menolak bujukan orang lain dan menjelaskan bahayanya kepada keluarga tercinta.

Salah satu kasus nyata di lapangan menceritakan siswa bernama Dika (samaran), yang hampir terjerat sebab ajakan teman bermain. Ia selamat karena orang tua aktif berkomunikasi dan mendapat informasi benar dari lingkungan sekitar tersebut.

Kasus itu menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam menjaga anak dari pengaruh buruk penyalahgunaan barang ini. Edukasi dini dianggap kunci utama untuk mencegah penyebaran yang ditengarai makin mudah diakses oleh kalangan remaja.

Tujuan utama kegiatan itu adalah membentuk komunitas peduli anti NAPZA yang aktif bergerak di wilayah Mojowarno. Diharapkan pula kewaspadaan warga meningkat, sehingga mau melaporkan segala aktivitas yang terindikasi mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi antara media, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan dipilih sebagai model kerja yang paling efektif. Sinergitas tersebut memastikan informasi hukum, kesehatan, dan sosial tersampaikan lengkap serta seimbang kepada masyarakat luas.

Pimpinan redaksi detik-pena.my.id menyatakan bahwa kegiatan sosial ini adalah bagian tanggung jawab lembaga pers. Menurutnya, tolak ukur keberhasilan media bukan hanya berita, melainkan manfaat nyata yang dirasakan warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, antusiasme peserta dirasakan sangat tinggi dan banyak yang berjanji menjadi agen perubahan setelah mengikuti acara tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi damai lebih ampuh dibanding sekedar penindakan dalam menekan angka penyalahgunaan.

Kegiatan itu dirancang menjadi rujukan program serupa bagi kecamatan lain di wilayah Kabupaten Jombang. Langkah tersebut diambil supaya manfaatnya menyebar luas dan menciptakan gerakan daerah bersih dari narkoba secara berkelanjutan.

Warga setempat mengapresiasi kehadiran para wartawan yang turun langsung berinteraksi dan berbagi ilmu bermanfaat. Pandangan bahwa wartawan hanya mencari kesalahan, perlahan berubah seiring banyaknya aksi nyata yang dilakukan di lapangan.

Semua materi nampak disampaikan dengan bahasa sederhana tanpa istilah teknis rumit agar mudah dipahami semua kalangan usia. Penyelenggara bertekad agar pesan yang disampaikan tersebut dapat menancap kuat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masing-masing warga.

Dengan berakhirnya sosialisasi itu, harapan besar tertanam agar angka penyalahgunaan makin menurun drastis di masa depan. Generasi muda Mojowarno diproyeksikan tumbuh sehat, cerdas, dan bermartabat tanpa terbebani jeratan zat adiktif berbahaya.

Gerakan ini menjadi tonggak penting pembangunan ketahanan masyarakat berbasis partisipasi warga. Keberhasilan program, sangat bergantung pada kebersamaan menjaga lingkungan demi mewujudkan tema "Generasi Bersih, Masa Depan Gemilang".

(Tim/Red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama