Detik-pena.my.id || PLOSO JOMBANG— Bukan sekadar pelatihan memasak. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Jombang mulai mendorong ibu-ibu keluarga petani tembakau agar mampu melihat hasil perikanan sebagai peluang ekonomi baru yang bisa diolah, dikembangkan, sekaligus menghasilkan pendapatan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Hasil Perikanan bagi Desa Penghasil Tembakau yang digelar di Balai Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari ibu-ibu istri petani tembakau dan anggota TP PKK Desa Pagertanjung. Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang serta Camat Ploso.
Suasana pelatihan dibuat tidak sekadar teoritis. Peserta mendapatkan wawasan sekaligus praktik langsung dari chef berpengalaman, pemilik CV Lembah Hijau, Kabupaten Lamongan.
Berbagai teknik pengolahan hasil perikanan diperkenalkan agar bahan pangan tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Melalui kreativitas dan keterampilan pengolahan, produk perikanan dapat dikembangkan menjadi makanan yang lebih menarik, memiliki nilai tambah, serta berpotensi dipasarkan sebagai produk usaha rumahan.
Bagi keluarga petani tembakau, keterampilan tersebut dinilai dapat menjadi bekal penting untuk membuka sumber pendapatan alternatif. Ibu-ibu tidak hanya berperan dalam pengelolaan rumah tangga, tetapi juga memiliki ruang untuk tumbuh sebagai pelaku usaha.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Potensi bahan pangan lokal didorong agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Melalui Bimtek tersebut, DKPP Kabupaten Jombang berharap lahir wirausaha-wirausaha baru dari kalangan masyarakat desa, khususnya keluarga petani tembakau.
Dengan keterampilan yang semakin kuat, hasil perikanan diharapkan tidak hanya dikonsumsi, tetapi mampu diolah menjadi produk kreatif, bernilai jual, dan membuka peluang usaha baru.
Dari Balai Desa Pagertanjung, semangat itu digaungkan: mengubah keterampilan menjadi peluang, mengolah potensi menjadi nilai ekonomi, dan mendorong masyarakat Jombang semakin mandiri serta sejahtera.
Pewarta : Menik.A
