Rumah Rehab Nawasena Gelar Buka Bersama, Perkuat Integritas Pulihkan Pecandu Narkoba Komitmen Pulihkan Pecandu Narkoba di Lawang


detik-pena.my.id || MALANG,- Kiprah dan integritas Yayasan Nawasena Arsa Indonesia dalam mendampingi para pecandu narkoba kembali ditegaskan melalui agenda buka puasa bersama yang digelar di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Selain staf, kegiatan tersebut melibatkan puluhan pasien yang tengah menjalani proses rehabilitasi di bawah naungan Rumah Rehab Nawasena.

Ketua Yayasan Nawasena Arsa Indonesia, Arief Ramadhansyah, SH mengatakan, momentum Ramadan dimaknai bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebagai ruang refleksi dan penguatan spiritual bagi para pasien maupun seluruh jajaran pengelola.

"Buka bersama ini menjadi ungkapan rasa syukur atas kelancaran ibadah puasa sekaligus atas berbagai capaian program rehabilitasi yang telah dijalankan," katanya.

Arief menambahkan, bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar menikmati hidangan berbuka.

“Buka puasa bersama bukan hanya tentang makan setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi ajang silaturahmi, berbagi rezeki, serta mempererat hubungan sosial di antara pasien, staf, dan keluarga besar Nawasena,” ujarnya.

Menurutnya, suasana kebersamaan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dukungan emosional dan lingkungan yang positif diyakini mampu mempercepat proses rehabilitasi, terutama bagi mereka yang tengah berjuang melepaskan diri dari ketergantungan narkotika.

Pria asal Sumatera Barat itu berharap, seluruh staf tetap menjaga semangat dan komitmen dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

"Tujuan utama rumah rehabilitasi bukan hanya menghentikan penggunaan narkoba, tetapi membantu individu pulih secara utuh, baik fisik maupun mental, agar dapat kembali berfungsi sosial dan produktif di masyarakat," tukas dia.

Secara rinci, Rumah Rehab Nawasena mengemban beberapa tujuan utama. Pertama, penyembuhan medis melalui proses detoksifikasi untuk mengatasi efek fisik kecanduan dan membersihkan racun narkoba dari dalam tubuh dengan pengawasan medis.

Kedua, pemulihan psikologis dan perilaku, yakni memperbaiki kondisi mental, mengubah pola pikir adiktif, serta menggali akar persoalan psikologis yang memicu penyalahgunaan narkoba.

Ketiga, reintegrasi sosial, dengan membantu para pasien kembali beradaptasi bersama keluarga dan lingkungan sekitar agar mampu menjalani hidup sehat tanpa ketergantungan zat terlarang.

Keempat, pencegahan kekambuhan (relapse) melalui pembekalan keterampilan hidup dan penguatan dukungan emosional agar mantan pengguna mampu menolak godaan penggunaan kembali.

Terakhir, peningkatan produktivitas, yakni memulihkan fungsi fisik dan mental sehingga para pasien dapat kembali menjadi pribadi yang bermakna dan produktif.

Melalui kegiatan buka bersama ini, Nawasena ingin menunjukan bahwa proses rehabilitasi bukan sekedar kegiatan medis, tetapi perjalanan pemulihan yang sarat nilai kemanusiaan, spritualitas dan kebersamaan. 

Ramadan pun menjadi momentum untuk memperkuat tekad, bahwa setiap individu memiliki kesempatan kedua untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik. 

(Tim/Red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama